Tampilkan postingan dengan label demokrat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label demokrat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Januari 2014

“DOSA2 ANAS URBANINGRUM KPD RAKYAT”

Twitter @MATANEWS

1. Kita bahas tentang dosa - dosa dan kesalahan anas urbaningrum ya ...

2. Dosa / kesalahan anasurbaningrum yang pertama adalah dia nekat maju sbg calon ketum PD pada Kongres PD dibandung 2010 meski dilarang

3. SBY dan Ani SBY sdh jelas ingin andi malarangen jadi Ketum PD, eh anas ngotot maju dan menang. Mulailah anas diincar utk dihancurkan

4. Dosa dan kesalahan anas kedua adalah tetap ngotot bertemu dan silaturahim dgn senior2 dan teman2nya meski mereka lain partai. SBY marah

4. Dosa / kesalahan anas ketiga, dia menolak undangan dubes AS utk bertemu, meski sdh diundang 4 kali anas tetap tdk mau bertemu dubes AS

5. Dosa/ kesalahan keempat anas urbaningrum : tetap menjalin silaturahim dgn senior2 di TNI dan Polri meski sdh diwanti2 jgn berhubungan

6. Dosa anas kelima, mau menyetujui Nazarudin yang direkomendasikan mantan ketum PD Hadi Utomo utk jadi bendum PD

7. Dosa anas keenam :tdk percaya dgn nasihat dan informasi teman2nya bhw setelah Rosa dan Wafid ditangkap, andi/choel/ rizal akan fitnah dia

8. Dosa anas ketujuh: meski tdk diinginkan jd ketum PD oleh SBY, anas malah giat konsolidasi blusukan ke seluruh Indonesia bertemu kader2 PD

9. Dosa anas ke delapan: selalu bawa ibas kemana2, akibatnya ibas ngadu ke bapaknya, kader2 PD di daerah sangat kuat mendukung anas

11. Dosa anas ke 10 : tidak melawan dan tdk menyerang balik ketika dirinya difitnah cikeas, media bayaran, nazar cs, tim elang hitam dst

12. Dosa ke 11 anasurbaningrum : terlalu santun jadi politisi. Tdk mau bongkar kebejatan dan korupsi2 PD, Cikeas, SBY, Istana & kroni2nya

13. Untuk dosa ke 11 tadi anas sebaikanya belajar sama ustad Hilmi Aminuddin yang mengancam buka semua korupsi istana ketika diperiksa KPK

14. Dua jam Hilmi bertahan tdk mau tanda tangan BAP di KPK jika KPK tdk cantumkan keterlibatan SBY dan kroninya dlm korupsi pangan

15. Dosa anasurbaningrum : tidak pra preadilankan penetapan tersangka dirinya oleh KPK yang melanggar KUHAP krna ada kata "dan lain-lain"

16. Dosa anasurbaningrum : tidak bongkar korupsi Bunda Putri Sylvia Soleha, Widodo WS, Agus Gunawan, Ibas, Ani SBY dst..

17. Dosa anasurbaningrum : tidak bongkar aliran dana century, para mafia pajak, petral, migas dan lain2 yg masuk ke PD & timses SBY

18. Dosa anasurbaningrum : tidak buka kecurangan pemilu 2009 yang merekayasa IT KPU dan perhitungan suara hingga suara PD bisa naik 300%.

19. Dosa anasurbaningrum : tidak buka korupsi2 choel, ani, ani pane, ani ratnawati, wiwiek, gatot, edhie hartanto, hartati dst

20. Dosa anasurbaningrum: tidak buka RAHASIA TERBESAR CIKEAS yang kalau dibukannya ...wassalam deh semua..anas harus berani ! Sekian



(Anas Menyindir dan Melawan)
http://matanews.com/2014/01/13/anas-menyindir-dan-melawan/
Suka ·  ·  · 73 · 18 jam yang lalu · 

Kamis, 05 Juli 2012

Waketum PD: Kekayaan Partai Nasdem Perlu Ditelusuri


Jakarta Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua meminta pihak terkait menelusuri kekayaan Partai Nasdem. Mengiming-imingi caleg dengan modal Rp 5-10 miliar untuk ukuran partai baru perlu dipertanyakan.

"Itu setelah dipublish kan melahirkan banyak opini. Saya pikir yang menelusuri ini ada tukangnya apakah itu LSM ataukah lembaga berwajib. Dari LSM saya pikir kan juga ada masukan ke sana," kata Max di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/6/2012).

Menurut Max, semua dana parpol memang harus clear. Apalagi dana dalam jumlah besar, meski Partai Nasdem sudah menegaskan dana berasal dari urunan kader.

"Yang ke mana-mana diawasi oleh lembaga seperti Fitra, ICW, itu kan cukup memiliki data akurat. Saya kira kalau kemudian dananya dari perusahaan yang silakan saja," katanya.

Partai Nasdem memang mengucurkan modal Rp 5-10 miliar untuk caleg Partai Nasdem. Nasdem mengklaim langkah tersebut mampu melahirkan kader handal.

Nasdem telah menegaskan dananya dari sumber kader dan penyumbang dana. Nasdem telah membantah dana tersebut dari aliran korupsi.

(van/rmd)

Senin, 09 Januari 2012

Suaro Hati - Demokrat Tetap Yakin Kepada Anas


Oleh: Ajat M Fajar
Nasional - Senin, 9 Januari 2012 

INILAH.COM, Jakarta – Serangan bertubi-tubi terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum belakangan ini tidak menyurutkan niat Partai Demokrat untuk mengusung Anas untuk bertarung pada Pilpres 2014.
Menurut Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana Partai Demokrat masih yakin untuk memajukkan Anas dalam Pilpres 2014. "Insya Allah. Kita kan bilang tahun ini tahun kerja, tahun 2013 tahun politik dan tahun 2014 tahun pertarungan, ya tunggu saja nanti itu," ujar Sutan, Senin (9/1/2012).

Sutan mengakui sebelum kasus korupsi oleh mantan bendahara umum Demokrat M Nazaruddin mencuat, Anas dinilai sosok yang potensial untuk dimajukan sebagai Capres di 2014. Namun demikian di tengah perjalanan, kasus korupsi Nazaruddin yang dikait-kaitkan dengan Anas, sedikit demi sedikit mempengaruhi pontensi tersebut.

"Saya kira Pak Anas masih di dalam posisi yang baik-baik saja, tinggal bagaimana melawan isu vs isu, opini vs opini, tapi percayalah, akhirnya yang menang nantinya kebenaran juga," ungkapnya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat ini menambahkan, saat ini seluruh elite partai sedang berjuang untuk memperbaiki citra pasca kasus korupsi Nazaruddin. Karena tak bisa dipungkiri jika kasus tersebut cukup berdampak kepada Partai Demokrat, bahkan kasus itu berdampak kepada SBY.

"Untuk kembali memulihkan itu semua yaitu kerja keras dan berani membuktikan yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Tetap konsisten di dalam penegakan hukum untuk berantas korupsi demi kesejahteraan rakyat yang adil." [tjs]

Senin, 30 Mei 2011

Nazaruddin keparat.


Apakah engkau wakil rakyat ?
Ataukah kau seorang penjahat.
Kami tak bisa berbuat
Kau telah menipu , melukai hati rakyat.


Bukankah kau seorang demokrat ?
Kau terlalu licik dan chianat

Kau campakkan kepercayaan rakyat
Kau tega rakyat melarat


Kau sekarang menghilang
Semua orang tercengang
Tiada yang bisa melarang
Kau bagai hantu di hari siang


Bagi kawan kawan engkau menakutkan
Meskipun engkau masih ingusan
Banyak orang bertanya dan heran
Ilmu apakah yang kau simpan.


Sekarang engkau enak jalan-jalan
Rumah yang kau tinggalkan berantakkan
Siapa menurutmu yang harus membereskan.
Adakah pembantu yang kau tinggalkan?


Engkau mengatakan tidak gentar
Meskipun kau bukan proletar
Tapi bagi rakyat yang mendengar
Engkau memang seorang pendekar