Tampilkan postingan dengan label mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mahasiswa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Juni 2012

Gerakan Mahasiswa = Gerakan Hati Nurani Bangsa (7)

In Politik, Sosial on June 26, 2012 at 4:44 PM
Hatta Albanik*
AKSI-AKSI mahasiswa intra kampus Bandung pada umumnya lebih terfokus pada issue-issue yang berkaitan dengan kepentingan makro, bangsa, negara dan sangat menghindari issue-issue praktis, tendensius, berbau pemerasan. Aksi-aksi mahasiswa intra kampus Bandung umumnya ditujukan pada perbaikan nasib rakyat, kritik terhadap penyimpangan kebijakan maupun pelaksanaannya dalam bidang politik, ekonomi, dwifungsi ABRI, korupsi, kolusi dan nepotisme yang mulai menggejala dan lain sebagainya.

DEMONSTRAN MAKASSAR BABAK BELUR DI TANGAN POLISI. “Sayang sekali bahwa perilaku pimpinan-pimpinan puncak TNI dan Polri di tingkat pusat maupun daerah lebih tampil sebagai pembawa kekuasaan yang memusuhi rakyat daripada pembela rakyat dan pelindung negara serta bangsa dari ancaman kekerasan”. (foto antara)
Leading issue yang dimunculkan misalnya adalah koreksi terhadap keberadaan lembaga-lembaga ekstra konstitusional seperti Aspri, Kopkamtib dan Laksus Kopkamtibda, dwifungsi ABRI, hak-hak warganegara, demokratisasi. Lalu, koreksi terhadap perilaku ‘economic animal’ dari penanam modal Jepang di Indonesia dan praktek-praktek antikulturalnya. Serta kritik terhadap strategi pembangunan ‘trickle down effect’ yang menguatkan kolusi orang-orang dekat di sekitar Soeharto dengan pengusaha-pengusaha non pri cina yang rasialis, kesan penyimpangan bantuan luar negeri melalui IGGI yang dikorupsi dan hanya bermanfaat bagi segelintir elite, RUU Perkawinan, skeptisisme terhadap kemampuan Soeharto dan lain sebagainya.
Dengan sendirinya misi gerakan mahasiswa intra kampus Bandung pada waktu itu tidak diarahkan sebagai suatu gerakan populis yang memprovokasi massa, tetapi lebih diarahkan sebagai advokasi terhadap kepentingan masyarakat luas dengan sedapat mungkin mengeliminasi unsur-unsur dalam kekuasaan pemerintahan Orde Soeharto yang menunjukkan kecenderungan-kecenderungan yang disebutkan dalam leading issue itu. Kalau kemudian mahasiswa intra kampus di Jakarta melepaskan diri dari aksi semacam ini, bergerak ke arah provokasi terhadap masyarakat luas serta merangkul gerakan-gerakan demonstran ekstra kampus, tak pelak lagi terciptalah jarak yang sama dengan persepsi gerakan mahasiswa intra kampus Bandung pada gerakan-gerakan ekstra kampus pada umumnya.

Sabtu, 31 Maret 2012

Negeri Neraka


                                               antaranews,com
                                        Negeri Neraka
Unjuk rasa Buruh dan Mahasiswa bergejolak diseluruh nusantara
Jalan raya penuh  demontrasi  yang marah berteriak   mengacungkan tinju  dan  memelototi mata
Pidato ,Orasi tuntutan   mereka silih berganti  menggema  menggetarkan hati dan  membakar dada
Mereka sudah tak percaya lagi kepada Penguasa yang memimpin  Negara.

Tolak  kenaikkan harga  dan turunkan pemimpin  yang  tuli dan buta
Rakyat  sudah  lelah tak mau lagi  dipimpin oleh  orang yang tak  bisa dipercaya
Buruh  tak kuat  lagi   menderita bekerja menerima upah sekedarnya saja .
Penguasa dan  pengusaha telah terlalu lama membodohi dan  memperbudak mereka

Katanya ini Negara yang mempunyai falsafah Panca Sila
Tapi mereka membiarkan rakyat menderita dengan menaikkan harga
Mereka lupa  bahwa Negara kaya  dikhatulistiwa ini punya siapa
Bukan punya mereka , tapi punya rakyat diseluruh nusantara

Sekarang  rakyat mahasiswa  bergolak menentang penguasa
Mereka minta dikembalikan hak – hak yang dilupakan  oleh Negara
Pendidikan pengobatan dan jaminan pensiun mereka
Itu adalah tanggung jawab  dan kewajiban Negara

Hidup buruh dan Mahasiswa
Hidup rakyat Indonesa
Hidup Negara Panca Sila
Mari kita cari pemimpin yang bersahaja .

                                                              Jakarta 30 Maret 2012   
                                                              by : S.koto