Sabtu, 10 Maret 2012

Suaro Hati - Rizal Ramli Laporkan Istri Presiden SBY ke KPK

Laporan: Redaksi
Rizal Ramli
Rizal Ramli
JAKARTA, (TubasMedia.Com) – Mantan Staf Presiden Gus Dur, Adhie Massardi meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan keterlibatan istri PresidenSBY, Ibu Ani Yudhoyono dalam kasus korupsi.
“Kami meminta ada beberapa nama antara lain, Ibu Ani yudhoyono, begitu juga dengan masalah protokol mungkin mula-mula diperiksa sebagai saksi, apabila nanti jadi tersangka itu lain hal,” kata Adhie yang ikut serta bersama ekonom Rizal Ramli melakukan pertemuan dengan Ketua KPK, Abraham Samad, di kantornya Jumat.
Mengenai data apa yang diserahkan ke KPK terkait dugaan keterlibatan istri Presiden SBY, Adhie menolak memberitahukannya. Dia bilang bukti tersebut sudah jelas nampak pada tulisan di salah satu media nasional Indonesia.
“Yang paling penting untuk masalah Ibu Ani ini adalah tulisan dari Tempo yang mengatakan Nazaruddin pernah memberikan uang 5 juta dolar Amerika yang sampai sekarang tidak ada ralat dan bantahan,” kata dia.
Dalam laporan media massa tersebut, tambah dia, sudah jelas tertera aliran uang tersebut untuk istri dan putra kedua Presiden SBY
Rizal Ramli yang juga Ketua Aliansi Rakyat Untuk Perubahan (Arup) itu mengaku sudah menyampaikan sekaligus meminta Abraham Samad Cs segera memanggil dan memeriksa pihak-pihak yang diduga kuat terlibat dalam kasus korupsi dana talangan Bank Century.
“Kami bahas Kasus Century, dan minta Bung Samad untuk ambil tindakan hukum lebih lanjut terhadap siapapun yang terlibat,” kata Rizal di depan gedung KPK, Jakarta, Jumat petang (9/3).
Dia jelaskan bahwa kejahatan kerah putih itu sangat merugikan bangsa. Kalau korupsi level Bupati atau Gubernur cuma sampai Rp 100 Milliar, korupsi para petinggi di pusat menyangkut triliunan rupiah. (red)
<p>Your browser does not support iframes.</p>

Senin, 05 Maret 2012

Suaro Hati - Surya Paloh Kritik Pemimpin Tua dan Kapitalis

 
 POLITIK - PARPOL
Senin, 05 Maret 2012
MEDAN- Indonesia harus menghapus ketergantungan terhadap negara asing seperti yang terjadi selama ini.  Alasannya, ketergantungan terhadap asing tersebut tidak akan membawa Indonesia menjadi lebih baik, tapi bahkan bisa memberi dampak yang buruk terhadap perkembangan Indonesia ke depan. Itu dikemukakan Ketua Umum Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh, saat acara pelantikan dan sayap Nasdem untuk Sumut, di Lapangan Benteng Medan.

"Suatu bangsa tidak akan bisa menjadi lebih baik jika tergantung kepada asing. Tidak mungkin bangsa asing lebih memahami dan mengetahui kondisi Indonesia, apalagi memiliki keinginan yang lebih kuat untuk menjadikan Indonesia lebih baik ketimbang bangsa Indonesia sendiri," kata Surya Paloh.

Pada kesempatan itu, Surya Paloh juga sempat menyebutkan dan mengkritik, pucuk pimpinan di Indonesia merupakan golongan tua, yang sejauh ini telah menyebabkan Bangsa Indonesia kehilangan jati diri, karena lebih banyak mementingkan kepentingan pribadi dan golongan. Karena sikap dan sifat golongan tua itulah, pada akhirnya muncul sifat egoistis dalam sejumlah kebijakan, yang khususnya lebih mengarah pada sikap dan sifat kapitalis.  Hal ini bertentangan dengan jati diri bangsa Indonesia yang ramah tamah dan gemar gotong royong untuk membantu sesama.

"Saat ini Indonesia sudah kehilangan jati diri, karena itu bangsa ini harus melakukan perubahan yang saya sebut dengan restorasi Indonesia. Indonesia tidak boleh menggantungkan harapan ke bangsa lain, tapi harus menaruh harapan kepada bangsanya sendiri," tegasnya.

Surya Paloh juga menegaskan pentingnya kontribusi generasi muda untuk membawa Indonesia menjadi lebih baik. Pemuda, telah terbukti lebih bersemangat, lebih memiliki sifat perubahan dan lebih berani dalam mewujudkan perubahan ke arah yang lebih baik. Bukti tersebut, lanjutnya, telah terlihat di masa-masa perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan Indonsesia, yang antaralain terlihat dalam peristiwa sepuluh november dan perjuanga Medan Area di masa-masa perjuangan kemerdekaan dahulunya.(ari)

Otalapau - Tinju buat penipu dan koruptor - Otalapau

Otalapau - Tinju buat penipu dan koruptor - Otalapau

Minggu, 04 Maret 2012

Suaro Hati - Ramadhan vs Wiranto, Demokrat Tambah Musuh


Oleh: Agus Rahmat
Nasional - Minggu, 4 Maret 2012INILAH.COM, Jakarta - Tuduhan yang dilakukan Ramadhan Pohan kepada Wiranto, dinilai tidak akan efektif sesuai tujuan yang diinginkan. Justru, akan menambah musuh politik Partai Demokrat, di mana Ramadhan sebagai Wasekjen DPP.

"Saya kira justru tidak efektif. Malah bisa saja menambah musuh di gelanggang politik. Lihatlah misalnya, para pengurus Golkar dan Hanura banyak yang menyesalkan pernyataan-pernyataannya. Apalagi, pernyataan-pernyataan tersebut kebanyakan tidak dilandasi atasi fakta yang sesungguhnya," jelas pengamat politik UIN SYarif Hidayatullah Jakarta, Saleh Daulay, kepada INILAH.COM, Minggu (4/3/2012).

Saleh menilai, statemen-statemen menyerang dari Ramadhan adalah untuk mengalihkan perhatian publik yang selama ini masih berkonsentrasi pada isu Partai Demokrat. Namun, lanjutnya, justru dengan pernyataan-pernyataan ini publik menilai Demokrat mulau kalap.
"Bisa saja, orang yang mengikuti perkembangan politik nasional menilai bahwa para pengurus Partai Demokrat kalap karena tidak mampu menyelesaikan urusan internal partainya," katanya.

Sebagai anggota DPR, menurut Saleh, Ramadhan tidak seharusnya menyerang pihak-pihak luar. Jangan sampai orang menduga bahwa Ramadhan memanfaatkan posisinya sebagai anggota dewan yang agak sulit diperiksa oleh hukum.

Karena bagaimanapun, kalau Ramadhan terus-terusan melakukan tindakan seperti itu, orang lain bisa saja memperkarakannya. "Hanya saja, memang agak lebih sulit memeriksa dan memproses anggota DPR yang diduga melanggar hukum karena harus ada izin dari Presiden," katanya.

Ramadhan sebelumnya mencurigai serangan Nazaruddin bertubi-tubi ke Demokrat karena unsur pengacaranya. Salah satu pengacara Nazaruddin adalah Elza Syarif yang merupakan Ketua DPP Hanura. Ramadhan mencurigai ada unsur politik.
Belakangan, Ramadhan bahkan menuding Wiranto. Berikut komentar-komentar Ramadhan atas kekesalan elite Hanura yang dinilainya sering menyerang dan melecehkan Susilo Bambang Yudhoyono dan kader Partai Demokrat tanpa dasar.

1. Wiranto mempertanyakan eksistensi pemerintah SBY bisa sampai 2014, aneh. Bukannya mendukung konstitusi supaya tidak dijatuhkan di tengah jalan.

2. Kok seperti benih gerakan inkonstitusionalis? Harus diwaspadai. Sebagai ex jenderal, Wiranto mestinya di garda terdepan menjaga konstitusi dan stabilitas negara.

3. Bukannya redakan tendensi anarkis aksi, ini Wiranto kok provokasi. Pemerintah SBY terbuka atas kritisisme. SBY juga dengarkan suara protes yang ada.

4. Jadi, sebenarnya tak ada alasan untuk aksi-aksi anarkisme. Juga tak ada dasar mendukung atau membiarkan aksi anarkisme merebak.

5. Banyak politisi tergoda 2014, padahal sekarang baru awal 2012. Sayang energi disia-siakan. Bangsa ini membutuhkan energi positif-massif maju (untuk) memberantas kemiskinan.

6. Juga untuk menciptakan keadilan di segala lini dan memberantas perilaku koruptif di berbagai lini. Pak Wiranto mestinya ikut memberi ide, (tetapi malah) beraksi.

7. Harus ada sinergi konstruktif antar eksekutif yang jalankan pemerintahan dan parlemen yang lakukan pengawasan.

8. Muaranya tetap untuk rakyat. Untuk bangsa dan kepentingan negeri. Nah, bagi yg mau mewakafkan diri untuk RI, sekarang sajalah. Gak usah tunggu 2014! [gus]

Suaro Hati - Jeffrie Geovanie, Jago Bangun Image

  Written by maryulismax

              
Sunday, 07 September 2008
PRIA ganteng berbaju kuning gading itu hanya tersenyum-senyum. Tangannya bersedekap di dada. Bukan kedinginan. Karena suhu ruangan di Carano Room pada Minggu malam (7/9) terhitung adem. Pun cuaca di luar cukup cerah tak ada hujan seperti malam-malam sebelumnya.


Dia bersedekap sembari melemparkan pandangan ke segenap ruangan, lantaran lagi serius menyimak analisa politik ala H ST Zaili Asril, Kepala Divre Riau Pos Grup (RPG) Padang soal Pemilu 2009. Dia bukanlah peserta diskusi, tapi justru pembicara kunci yang ditunggu-tunggu olah kata dan olah pikirnya yang secara rutin mengisi rubrik di halaman pertama harian Padang Ekspres setiap Senin.
Dialah Jeffrie Geovanie. Pria yang belakangan kerap menjadi pembicaraan karena tampil beda dalam mengiklankan diri sebagai salah satu calon legislatif yang akan maju ke Senayan dari Partai Golkar untuk wilayah Sumbar. Tak ada kata-kata diiklannya itu, setidaknya seperti kata magis “Hidup adalah Perbuatan” milik mantan “induk semangnya” di Partai Amanat Nasional (PAN) yang kini telah ditinggalnya pergi ke pokok batang beringin yang kini semakin rindang.

Hanya kuning. Ya kuning.., kuning Golkar, satu halaman penuh di beberapa media di Sumbar. Sedikit terselip namanya di pojok bawah, “Jeffrie Geovanie”. Inilah iklan kreatif yang tentu mengundang tanya dan jadi pembicaraan di mana-mana.
Beriklan, di situlah kemenangan Jeffrie yang tentu saja orang akan tetap ingat dengan namanya yang sedikit berbau kebarat-baratan walau sebenarnya dia orang Minang tulen. Asal Kabupaten Limapuluh Kota di timur laut Sumatera Barat.
Semua orang tentu ingat ketika dia akan maju di Pilkada sebagai calon gubernur Sumbar periode 2005-2010. Saat itu baliho “segede gaban” bertebaran di mana-mana. Sontak wajah gantengnya itu masuk ingatan warga Sumbar. Hasilnya, sebagai new comer dia duduk di peringkat tiga bersama pasangannya Dasman Lanin yang diusung Koalisi Sakato dari lima pasang kandidat yang bertarung di ajang pemilihan langsung itu. Dia berada di bawah Gamawan Fauzi-Marlis Rahman dan Irwan Prayitno-Ikasuma Hamid. Itu jelas buah dari kekreatifan itu.
Begitulah. Saat itu cara beriklannya jelas mendobrak gaya beriklan tokoh-tokoh lainnya. Digital printing berukuran besar yang dipasang jauh hari sebelum dia memastikan kereta yang akan mengusungnya di Pilkada. Sedangkan para pesaingnya cuma mengandalkan spanduk kain yang masih terhitung konvensional ketika itu.
Akankah kekreatifan itu kembali berbuah? Untuk sementara jelas sudah nampak hasilnya. Seperti hasil survei yang dilansir Lembaga Survei Indonesia (LSI) untuk periode Juni 2008, menempatkan Jeffrie sebagai tokoh yang “paling diingat” konstituen untuk saat ini, mengalahkan tokoh-tokoh politik Sumbar lainnya.
Namun pertempuran belum lagi berlangsung. 9 April 2009 masih cukup lama. Tapi tenggat waktu sekian bulan itu, jelas semakin menguntungkan suami Diana Singgih (anak mantan Jaksa Agung Singgih) ini. Bisa jadi iklan-iklannya semakin gencar, mengingat informasi terakhir dia masih tetap membidik kursi BA 1 yang akan ditinggalkan Gamawan pada 2010 mendatang, walau akhirnya dibantah Jeffrie bahwa dia takkan maju lagi sebagai Cagub.

Ya bisa jadi, masih panjang karir politis yang bisa dibidiknya di usia yang masih muda ini. Tapi Jeffrie tetap adalah sosok yang paham betul bagaimana beriklan yang baik dan benar. Karena dia merupakan salah satu pendiri Fox Indonesia bersama Rizal Malaranggeng yang dikenal sebagai lembaga yang cukup berhasil menjual figur seseorang melalui iklan-iklan.

“Beriklan itu harus netral,” demikian kata kunci yang terlontar darinya tanpa ditanya dalam paparannya di depan forum diskusi Carano Room yang tak hanya diisi awak redaksi Posmetro, Padang Ekspres, Padang TV dan Padang-Today tapi juga tokoh-tokoh politik lintas partai seperti Partai Golkar, Partai Amanat Nasional dan Hanura yang turut hadir bersama dirinya.  
Tak beriklan pakai media pun, Jeffrie sebenarnya tetap punya keunggulan untuk menjual diri secara verbal. Kemampuannya bercerita politik sungguh runtut. Soal data pun kadang tak terlewatkan, dia bisa mengingatnya di luar kepala. Seperti malam itu, dia bisa bicara runtut tentang perjalanan Partai Golkar hingga sekarang dan hal-hal lain selama 4 jam lebih yang mengantarkan hari menunjukkan pukul 00.30 WIB Senin dinihari. http://maryulismax.wordpress.com/2008/09/08/jeffrie-geovanie-jago-bangun-image/
 

Kamis, 01 Maret 2012

Suaro hati - Kubu Nazar Klaim TPF Demokrat Bersedia Jadi Saksi di Sidang

 
Moksa Hutasoit - detikNews
Rabu, 29/02/2012
 Jakarta Kubu M Nazaruddin masih akan mengajukan sejumlah saksi meringankan lagi di persidangan kasus Wisma Atlet berikutnya. Tercatat bakal ada sembilan lagi saksi yang hendak mereka hadirkan.

Di antaranya adalah Tim Pencari Fakta Partai Demokrat. Kuasa hukum Nazaruddin mengklaim jika anggota TPF sudah bersedia hadir dalam persidangan berikutnya.

"TPF bersedia hadir hari Rabu (7/3)," kata kuasa hukum Nazar, Elza Syarif di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (29/2/2012).

Dalam persidangan berikutnya, Elza juga masih berupaya untuk bisa menghadirkan tiga penyidik KPK dan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Namun Elza meminta bantuan supaya Pengadilan Tipikor bisa membantu mereka supaya bisa hadir di persidangan. Pasalnya mereka yang disebutkan terakhir itu belum juga memberikan jawaban.

Majelis memberi kesempatan kepada kubu Nazaruddin untuk mengajukan saksi meringankan dan ahli dalam dua kali persidangan, Rabu dan Jumat pekan depan.

Yang menarik, advokat Hotman Paris Hutapea berharap majelis bisa memberikan waktu lebih lagi kepada mereka untuk mengajukan saksi. Hotman beralasan, pemeriksaan saksi ahli diprediksi bisa memakan waktu sehari penuh.

"Masa penuntut umum dikasih waktu lebih, kami jangan dibatasi dong yang mulia," pinta Hotman yang tak digubris oleh majelis.

(mok/vit)