Senin, 07 Oktober 2013

Perjalanan Akil Mochtar Menjadi Ketua MK dan Ditangkap KPK

Indonesia dihebohkan dengan ditangkapnya Akil Mochtar, Ketua MK olehKPK pada Rabu (2/10/2013) malam di rumah dinasnya, Kompleks Widya Chandra 3 No 7, Jakarta Selatan.
Nama Akil Mochtar langsung menjadi sorotan media masa, baik dari dalam negeri maupun luar. Penangkapan Akil Mochtar, Ketua Mahkamah Konstitusi(MK) ini dilakukan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi yang dikenal dengan nama operasi tangkap tangan (OTT).
Penangkapan Akil Mochtar ini diduga terlibat penerimaan uang suap terkait kasus sengketa pemilu kepala daerah di Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Sontak, Akil Mochtar menjadi perbincangan di media sosial dan menjadi ‘trending topics’ di twitter, hingga memenuhi timeline facebook, juga menjadi headlines media-media masa Indonesia.
Padahal, sebelumnya nama Akil Mochtar sunyi senyap dari pemberitaan. Berbeda dengan pendahulunya di MK, semacam Mahfud MD yang memang sering tampil di media.
Kini, Akil Mochtar menjadi tersangka kasus korupsi. Begitu cepat waktu berputar, baru saja 6 bulan silam Akil Mochtar terpilih menjadi ketua MKdan menikmati berkendara dengan mobil nomor polisi RI 9, mobil dinas ketua MK. Kemudian, siapakah sebenarnya Akil Mochtar, siapa dia sebelum menjabat sebagai ketua MK?
Akil Mochtar lahir pada tanggal 18 Oktober 1960 (53 tahun silam) di Putussibau, ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu, daerah terpencil di pulau Kalimantan, tepatnya bagian barat. Sekolah dasar diselesaikannya di Putussibau dan melanjutkan ke SMP Negeri 1 Putussibau dan pindah ke SMP Negeri 2 Singkawang, lalu pindah lagi ke SMP Muhammadiyah Pontianak.

Rabu, 14 Agustus 2013

Suaro Hati : KPK Beberkan Kronologi Penangkapan Kepala SKK Migas


Rabu, 14 Agustus 2013
                        Petugas KPK menunjukan barang bukti mata uang dolar AS saat koferensi pers terkait penangkapan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (14/8). Foto: Wihdan Hidayat
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, menjelaskan kronologi operasi tangkap tangan terhadap Ketua Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini, dan kedua tersangka lain di Jakarta, Selasa (13/8) malam.